PLATYE — Jakarta – Beberapa waktu belakangan masyarakat dihebohkan dengan munculnya berita viral tentang anak berusia 3 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia karena diduga terkena cacingan. Seperti diketahui, kondisi anak tersebut memprihatinkan dengan sejumlah cacing yang keluar dari tubuhnya.
Infeksi cacing memang masih menjadi persoalan serius di Indonesia, terutama di wilayah dengan sanitasi buruk. Gejala seperti perut kembung, nafsu makan menurun, hingga penyerapan nutrisi terganggu menjadi tanda awal seorang anak mengalami infeksi parasit tersebut. Menariknya, berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di dapur ternyata memiliki kemampuan membasmi cacing dengan efektif.
Penelitian ilmiah telah mengonfirmasi efek antelmintik dari tanaman seperti daun kemangi, wortel, kunyit, hingga biji pepaya. Penggunaan bahan alami sendiri tidak hanya lebih aman, tapi juga lebih ekonomis. Lantas, bagaimana cara kerja bahan-bahan ini dalam membunuh cacing? Berikut adalah daftar 8 bahan alami yang terbukti ampuh membasmi cacing, dirangkum Liputan6, Senin (25/8).
1. Daun Kemangi Mempercepat Kematian Cacing Berkat Tanin dan Saponin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4451428/original/062002800_1685734577-warungpakchandra_121811189_191041782472642_4787375364060844916_n.jpeg)
Penelitian dari JPSCR (2021) berjudul “Uji Efektivitas Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimumamericanum L.) Terhadap Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Secara In Vitro” oleh Suhrah Febrina Karim, Nurfiddin Farid, Hilmiati Wahid dan Musdalifa dari Fakultas Farmasi, Universitas Megarezky Makassar menemukan bahwa ekstrak etanol daun kemangi 30% mampu membunuh cacing gelang (Ascaris lumbricoides) hanya dalam 8 jam secara in vitro.
Dalam studi itu disebutkan bahwa kandungan tanin dalam daun kemangi bekerja dengan mendenaturasi protein tubuh cacing, sementara saponin menghambat enzim asetilkolinesterase yang menyebabkan kelumpuhan otot cacing. Untuk dijadikan obat, daun kemangi harus dibuat menjadi bubuk terlebih dahulu untuk diambil ekstraknya.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan pirantel pamoat (Combantrin®) 125 mg dalam kemangi memperlihatkan efek kematian cacing 100% pada jam ke-2,” tulis studi tersebut.
Langkah Penggunaan:
- Ambil daun kemangi segar, cuci bersih dan keringkan.
- Rendam dalam etanol 96% selama 3 x 24 jam (metode maserasi).
- Konsentrat 30% terbukti paling efektif.
- Jika ingin lebih mudah daun kemangi bisa dikonsumsi langsung sebagai lalapan.
2. Wortel Mengandung Flavonoid yang Menghentikan Gerak Cacing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324423/original/023746400_1755849222-pexels-mali-143133.jpg)
Dalam penelitian oleh Rahayu dan Sundari dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berjudul “Efek Antelmintik Perasan Wortel (Daucus carota) terhadap Ascaridia galli (2007)”, didapatkan fakta bahwa perasan wortel konsentrasi 100% bisa membunuh cacing Ascaridia galli dalam waktu rata-rata 4,67 jam, hampir setara dengan pirantel pamoat.
Senyawa flavonoid seperti quercitrin dalam wortel diyakini memicu kerusakan struktur tubuh cacing. Selain itu, perasan wortel juga menghambat enzim kolinesterase yang menyebabkan kontraksi otot cacing sehingga kemampuan hidupnya hilang.
“Wortel mengandung senyawa aktif yangterdiri atas senyawa flavonoid (epigenin,anthocyanin dan luteolin), terpene atausterol dan coumarin. Luteolin mempunyaisifat anti-inflamasi.9 Luteolin merupakanfaktor penting dalam mengurangi gejalapada beberapa penyakit parasit,” tulis penelitian tersebut.
Langkah Penggunaan:
- Blender wortel segar tanpa tambahan air.
- Peras dan saring untuk menghasilkan jus kental.
- Gunakan langsung sebagai bahan perendaman atau konsumsi secara rutin.
3. Kunyit Mengganggu Sistem Pencernaan Cacing dari Dalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5007659/original/018853000_1731662535-402.jpg)
Kunyit dikenal memiliki zat aktif kurkumin yang bersifat anti-parasit. Dalam sejumlah studi, kunyit dapat menghambat pertumbuhan dan metabolisme cacing di saluran pencernaan. Zat aktif ini juga mengurangi peradangan usus akibat infeksi cacing.
Menurut informasi dari halodoc.com, kunyit telah lama digunakan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh serta mengatasi peradangan, antibakteri dan anti-jamur. Mengonsumsi kunyit dapat membuat usus menjadi lebih sehat. Proses membuatnya pun mudah, karena biasanya rimpang ini ada di dapur sebagai salah satu tambahan rempah untuk memasak.
Langkah Penggunaan:
- Rebus 2 ruas kunyit dalam 1 gelas air selama 10 menit.
- Minum 2 kali sehari selama 3 hari.
- Bisa ditambahkan madu untuk mengurangi rasa pahit.
4. Air Kelapa Muda Mengandung Enzim yang Mengacaukan Metabolisme Cacing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298430/original/066357800_1753760902-air_kelapa_muda.jpg)
Air kelapa muda mengandung elektrolit dan enzim bioaktif yang membantu membersihkan sistem pencernaan dan mengusir parasit secara alami. Sifat diuretiknya juga membantu mengeluarkan toksin hasil metabolisme cacing. Kandungan asam kaprilat dari air kelapa juga dikenal bisa bekerja aktif untuk membersihkan racun dari sistem pencernaan dan mengembalikannya ke sistem yang normal. Zat tersebut juga dikenal sebagai anti parasit.
Selain airnya, bagian daging buah kelapa untuk parutan juga dikenal ampun untuk mengobati penyakit cacingan. Ini tentu saja bukan hanya murah, namun juga mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional dan ada di berbagai musim.
Langkah Penggunaan:
- Minum 1 gelas air kelapa muda segar setiap pagi.
- Dapat dikombinasikan dengan biji pepaya atau jus wortel.
- Hindari tambahan gula berlebih agar efek tetap optimal.
5. Bawang Putih Menyerang Cacing dengan Efek Antibakteri Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323801/original/091097400_1755832673-sakit_4.jpg)
Senyawa allicin dalam bawang putih bersifat antibakteri dan antiparasit. Uji empiris menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih mentah dapat melemahkan struktur tubuh cacing dan mempermudah pengeluarannya dari sistem pencernaan. Salah satu sifat bawang putih sendiri adalah anti inflamasi yang ternyata ampuh mengusir bakteri serta parasit cacing dalam tubuh.
Mengunyah bawang putih mentah atau minum teh yang dicampur beberapa siung bawang putih giling setiap hari dengan perut kosong, selama sekitar satu minggu dapat membantu menyembuhkan cacingan. Bahan seperti siun bawang putih dan teh sudah pasti tersedia di rumah, pun kalau harus beli harganya juga terbilang terjangkau di kantong.
Langkah Penggunaan:
- Kunyah 1-2 siung bawang putih mentah di pagi hari.
- Alternatif lain, rebus dan minum air rebusannya.
- Lakukan rutin selama 5 hari.
6. Nanas Menyebabkan Lisis pada Struktur Tubuh Cacing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292577/original/000613400_1753258705-vino-li-OKT6Ce9fwqI-unsplash.jpg)
Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat proteolitik, yaitu menghancurkan protein tubuh cacing dan menyebabkan kematian cepat. Nanas juga disebut mengandung enzim bromelain yang dikenal dapat membantu dalam pemecahan protein dan memerangi cacingan. Enzim ini biasanya digunakan untuk meringankan efek perut sembelit.
Langkah Penggunaan:
- Konsumsi 3 potong nanas segar setiap hari.
- Untuk hasil lebih cepat, blender tanpa gula sebagai jus.
- Kombinasikan dengan air kelapa muda untuk efek maksimal.
7. Biji Labu Melumpuhkan Saraf Cacing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2956422/original/012263700_1572674951-aaron-burden-V1dae2Jj6-0-unsplash.jpg)
Biji labu kaya akan cucurbitin, zat yang dikenal dapat melumpuhkan sistem saraf cacing dan mencegah mereka menempel pada dinding usus. Efeknya hampir menyerupai antiparasit kimiawi namun tanpa efek samping.
Jika ingin efektif, konsumsilah biji labu dengan cara dibakar lalu campurkan dengan setengah cangkir air dan setengah cangkir santan. Minum campuran tersebut saat pagi hari dengan kondisi perut kosong sebagai obat cacing.
Langkah Penggunaan:
- Sangrai atau blender biji labu mentah.
- Konsumsi 1 sendok makan bubuk biji labu per hari.
- Bisa dicampur dalam smoothies atau salad.
8. Biji Pepaya Menyebabkan Kematian Cacing dalam 4 Jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647107/original/010710800_1699883618-pexels-alleksana-4113796.jpg)
Menurut penelitian oleh Rinaldy (2013), berjudul “Daya Membunuh Cacing Lewat Ekstrak Biji Pepaya” dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang, ekstrak biji pepaya 16% mampu membunuh cacing gelang dalam waktu 4 jam, bahkan lebih cepat dari daun kemangi. Kandungan papain di dalam biji pepaya menghancurkan lapisan pelindung cacing dan mencegah reproduksi parasit.
Langkah Penggunaan:
- Keringkan biji pepaya, lalu tumbuk hingga menjadi serbuk.
- Seduh 1 sendok teh bubuk biji pepaya dengan air hangat.
- Minum setiap pagi selama 3-5 hari.
People Also Ask
1. Apakah obat cacing alami aman untuk anak-anak?
Ya, sebagian besar bahan seperti wortel dan air kelapa sangat aman, namun tetap perhatikan dosis dan usia.
2. Berapa lama efek obat cacing alami bekerja?
Tergantung bahan. Daun kemangi 30% bekerja dalam 8 jam, sedangkan biji pepaya hanya 4 jam.
3. Apakah bahan alami bisa menggantikan obat cacing kimia?
Pada dosis dan kondisi tertentu, bisa. Namun untuk infeksi berat, konsultasi ke dokter tetap dianjurkan.
4. Apakah biji pepaya harus dikunyah atau ditelan utuh?
Sebaiknya dihancurkan terlebih dahulu agar enzim papain lebih mudah terserap tubuh.
5. Apakah boleh mengkombinasikan beberapa bahan alami sekaligus?
Boleh, asalkan tidak menyebabkan reaksi lambung seperti asam berlebih. Kombinasi wortel dan air kelapa cukup populer.