
Jakarta – Croissant dan baguette selama ini dikenal sebagai simbol kuliner Prancis yang mendunia. Namun, di balik popularitasnya, masyarakat Prancis kini disarankan untuk membatasi konsumsi kedua makanan tersebut karena adanya kekhawatiran terkait kandungan logam berat.
Badan keamanan pangan Prancis, Anses, menemukan adanya paparan cadmium yang cukup tinggi dari beberapa makanan berbahan dasar gandum, termasuk roti dan pastry seperti croissant serta baguette.
Dilansir dari Telegraph UK, cadmium tersebut diduga berasal dari pupuk fosfat yang banyak digunakan dalam sektor pertanian. Zat ini dapat terserap oleh tanaman dan kemudian masuk ke bahan pangan, termasuk gandum yang menjadi bahan utama berbagai produk olahan tepung.
Dalam laporan terbarunya, Anses menyebut sebagian besar paparan cadmium pada masyarakat Prancis berasal dari makanan. Bahkan pada kelompok tertentu, pola makan menjadi penyumbang utama paparan logam berat tersebut.
Beberapa makanan sehari-hari yang diketahui berkontribusi terhadap paparan cadmium antara lain roti, pastry, kue, sereal sarapan, pasta, nasi, hingga kentang. Produk berbahan gandum seperti croissant dan baguette termasuk yang menjadi perhatian karena sering dikonsumsi.
Cadmium merupakan logam berat yang perlu diwaspadai karena telah dikategorikan sebagai zat karsinogen atau berpotensi menyebabkan kanker. Paparan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Dampak yang dikaitkan dengan paparan cadmium meliputi peningkatan risiko kanker tertentu, gangguan fungsi ginjal, masalah kardiovaskular, hingga osteoporosis.
Karena itu, para ahli dari Anses mengimbau masyarakat Prancis agar tidak mengonsumsi produk berbahan gandum secara berlebihan. Anjuran tersebut tidak hanya berlaku untuk makanan gurih seperti baguette, tetapi juga makanan manis seperti croissant, biskuit, dan kue.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola makan yang lebih beragam. Mengonsumsi sumber makanan lain seperti kacang lentil dan chickpea dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada produk berbahan gandum.
Selain perubahan pola makan, Anses juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan pupuk. Pemerintah Prancis didorong untuk menurunkan batas kandungan cadmium dalam pupuk agar risiko penumpukan zat tersebut di tanah dan rantai makanan dapat dikurangi.
Dengan membatasi sumber paparan dan memperbanyak variasi makanan, risiko akumulasi cadmium dalam tubuh diharapkan dapat ditekan dalam jangka panjang.
