
Jakarta – Kopi dan teh sama-sama menjadi pilihan populer untuk menemani pagi maupun waktu istirahat. Keduanya juga mengandung senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Lantas, jika harus memilih, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi rutin?
Menurut ahli gizi Lauren Manaker yang dikutip dari Eating Well, baik kopi maupun teh memiliki keunggulan masing-masing. Pilihan terbaik dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan, serta cara mengonsumsinya.
Kopi Kaya Antioksidan
Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan energi. Minuman ini juga mengandung berbagai senyawa antioksidan, salah satunya asam klorogenat.
Senyawa tersebut berpotensi memberikan sejumlah manfaat, termasuk mendukung kesehatan usus, membantu menjaga kadar gula darah, serta melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan kebiasaan minum kopi dengan kesehatan otak. Konsumsi sekitar 1-2 cangkir kopi sehari dalam sebuah penelitian dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah.
Ahli gizi Toby Amidor menjelaskan bahwa kafein dalam kopi dapat memengaruhi neurotransmitter seperti dopamin dan norepinefrin. Senyawa tersebut berperan dalam fungsi otak dan kewaspadaan.
Manfaat kopi juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi secara rutin berhubungan dengan risiko gagal jantung yang lebih rendah serta profil kolesterol yang lebih baik.
Teh Punya Kandungan Polifenol
Teh juga tidak kalah menarik jika dilihat dari kandungan nutrisinya. Teh yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, seperti teh hijau dan teh hitam, mengandung polifenol berupa katekin dan flavonoid.
Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh.
Teh hijau juga banyak dikaji terkait kesehatan jantung. Hasil sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol.
Tidak hanya teh dari Camellia sinensis, beberapa jenis teh herbal juga memiliki manfaat tersendiri. Teh peppermint dan jahe, misalnya, kerap dikonsumsi untuk membantu mengatasi keluhan pencernaan seperti kembung dan mual.
“Senyawa dalam beberapa teh herbal dapat membantu pencernaan dan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk diminum setelah makan,” kata Amidor.
Teh Bisa Memberikan Efek Lebih Menenangkan
Perbedaan lain antara kopi dan teh terletak pada efek yang dirasakan setelah meminumnya.
Kopi dengan kandungan kafeinnya lebih sering dikaitkan dengan peningkatan energi dan kewaspadaan. Sementara itu, teh mengandung L-theanine, asam amino yang dikaitkan dengan relaksasi sekaligus kemampuan mempertahankan fokus.
Karena itu, sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman mengonsumsi teh, terutama ketika ingin mendapatkan minuman yang tidak terlalu memberikan efek stimulasi seperti kopi.
Jadi, Mana yang Lebih Sehat?
Tidak ada pemenang mutlak antara kopi dan teh. Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi secara bijak.
“Kopi dan teh sama-sama memiliki manfaat kesehatan yang didukung penelitian, tetapi kuncinya adalah moderasi,” jelas Jaclyn London, M.S., RDN.
Sebagian ahli menyarankan agar konsumsi kopi maupun teh tetap dibatasi dan disesuaikan dengan toleransi tubuh. Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan bahan tambahan.
Kopi yang awalnya rendah kalori bisa berubah menjadi minuman tinggi gula dan lemak jika ditambahkan banyak sirup, krimer, whipped cream, atau pemanis lainnya. Hal serupa berlaku pada teh yang diberi gula dalam jumlah besar.
Cara Menikmati Kopi dan Teh dengan Lebih Sehat
Jika memilih kopi, kopi hitam dapat menjadi pilihan sederhana. Sedikit susu juga bisa ditambahkan sesuai selera. Hindari penggunaan sirup manis dan krim tinggi lemak secara berlebihan. Bagi yang kurang menyukai rasa kopi yang kuat atau asam, cold brew bisa menjadi alternatif.
Sementara untuk teh, teh hijau atau teh hitam dapat diminum tanpa pemanis. Perasan lemon atau sedikit madu bisa digunakan jika ingin menambahkan rasa.
Pada akhirnya, pilihan minuman sebaiknya disesuaikan dengan respons tubuh. Jika kopi membuat jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur, mengurangi jumlahnya atau beralih ke teh bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika tubuh dapat menerima kopi dengan baik, konsumsi dalam jumlah wajar tetap dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.
