
Jakarta – Aluminium foil menjadi salah satu perlengkapan dapur yang praktis. Lembaran logam ini dapat digunakan untuk membungkus makanan, mempertahankan kelembapan, hingga membantu menjaga suhu hidangan. Namun, penggunaannya ternyata tidak cocok untuk semua jenis makanan dan metode memasak.
Menurut ahli diet Bridget Wood, RD, LD, CDCES, penggunaan aluminium foil pada suhu tinggi, terutama ketika bersentuhan dengan makanan yang asam atau pedas, perlu diperhatikan. Kondisi tertentu dapat meningkatkan perpindahan aluminium dari foil ke makanan.
Dikutip dari Real Simple, berikut beberapa jenis makanan dan kondisi memasak yang sebaiknya tidak menggunakan aluminium foil.
1. Makanan yang Dimasukkan ke Microwave
Aluminium foil sebaiknya tidak digunakan ketika makanan hendak dipanaskan atau dimasak menggunakan microwave. Paparan gelombang mikro pada logam dapat memicu percikan api dan berpotensi menyebabkan kebakaran maupun kerusakan pada perangkat.
Aluminium foil juga bukan pilihan ideal untuk menyimpan makanan dalam waktu lama karena tidak memberikan perlindungan kedap udara yang optimal. Untuk menyimpan makanan sisa, gunakan wadah kaca atau wadah yang memang dirancang aman untuk microwave.
2. Makanan dengan Kandungan Asam Tinggi
Tomat, lemon, jeruk, cuka, dan berbagai makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi sebaiknya tidak bersentuhan dengan aluminium foil dalam waktu lama, terutama ketika dipanaskan.
Sifat asam dapat memicu reaksi dengan permukaan aluminium sehingga meningkatkan kemungkinan perpindahan logam ke makanan. Karena itu, wadah berbahan kaca atau keramik dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai untuk makanan asam.
3. Hidangan yang Sangat Asin
Makanan dengan kandungan garam tinggi juga perlu mendapat perhatian ketika menggunakan aluminium foil. Garam dapat bereaksi dengan aluminium dan berpotensi meningkatkan perpindahan logam tersebut ke makanan.
Atas alasan tersebut, makanan yang sangat asin sebaiknya tidak dibungkus atau disimpan menggunakan aluminium foil dalam waktu lama. Wadah kaca atau keramik dapat digunakan sebagai alternatif penyimpanan.
4. Masakan yang Menggunakan Suhu Sangat Tinggi
Penggunaan aluminium foil juga perlu dibatasi ketika memasak pada temperatur tinggi. Meskipun aluminium memiliki titik leleh yang jauh lebih tinggi, perpindahan aluminium ke makanan dapat meningkat pada kondisi tertentu, terutama ketika suhu memasak tinggi.
Karena itu, jika hendak memasak dengan suhu lebih dari sekitar 200 derajat Celsius, sebaiknya pertimbangkan metode atau wadah memasak lain. Misalnya ketika membuat kentang panggang, makanan tidak harus selalu dilapisi aluminium foil.
5. Seafood
Seafood juga perlu diperhatikan ketika dimasak menggunakan aluminium foil. Penelitian yang diterbitkan dalam Food Science and Nutrition menemukan bahwa penggunaan aluminium foil dalam proses memasak seafood dapat meningkatkan perpindahan aluminium ke makanan dalam kondisi tertentu.
Selain itu, aluminium foil bukan wadah penyimpanan yang sepenuhnya kedap udara. Jika seafood disimpan terlalu lama dalam kondisi yang tidak tepat, kualitas makanan dapat menurun dan pertumbuhan bakteri dapat meningkat.
Pada dasarnya, aluminium foil masih dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak dan penyimpanan makanan. Namun, perhatikan jenis makanan, tingkat keasaman atau kadar garam, suhu memasak, serta metode penyimpanannya. Untuk makanan yang asam, sangat asin, atau dimasak pada suhu tinggi, penggunaan wadah alternatif seperti kaca atau keramik bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
