Pernah nggak sih kamu ngerasa kalau dunia ini lagi ngebut banget? Semua serba instan, kopi kekinian harganya udah kayak cicilan motor, tapi badan kadang malah "protes" karena kurang asupan alami. Nah, kalau biasanya kamu ke Angkringan cuma buat pesen nasi kucing dan kopi joss, ada kabar seru nih. Bayangin deh, sensasi duduk di dingklik kayu, ditemenin suasana malam yang syahdu, tapi minumannya bukan cuma teh manis atau kopi. Sekarang, ada Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul yang lagi ngerombak gaya hidup kita semua.
Ini bukan sekadar gerakan jualan jamu, lho. Ini ibaratnya Sido Muncul lagi "upgrade software" di warung angkringan kesayangan kita biar tampilannya makin fresh dan relevan sama selera anak muda masa kini.
Mengapa Angkringan Adalah "Rumah" Baru Buat Jamu?
Kalau kita bicara soal Jamu, mungkin di pikiran kamu langsung muncul bayangan Mbah Jamu gendong yang lewat depan rumah, atau rasa pahit yang bikin dahi berkerut. Tapi, coba lihat Angkringan. Tempat ini tuh udah jadi "ruang tamu" kedua bagi masyarakat Indonesia. Di angkringan, kasta sosial itu nggak ada. Semuanya duduk sejajar, ngobrol ngalor-ngidul dari masalah politik sampai curhatan putus cinta.
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk sadar betul kalau angkringan punya "vibe" yang pas banget buat melestarikan budaya minum jamu. Direktur Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, punya visi yang keren banget. Menjelang ulang tahun perusahaan yang ke-75 di November 2026, mereka nggak mau jamu cuma jadi barang pajangan di rak toko. Jamu itu harus "turun ke jalan" dan berbaur sama keseharian kita.
Ibaratnya nih, jamu itu seperti lagu keroncong legendaris. Kualitasnya juara, tapi kalau nggak di-remix atau dibawakan dengan aransemen yang lebih modern, anak muda bakal susah buat "klik". Nah, Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul inilah yang jadi arranger-nya.
Pelatihan "Barista Jamu" di Solo: Bukan Sekadar Seduh Air Panas
Kamis (3/9/2026) lalu, suasana Ballroom Borobudur 2, Novotel Hotel Solo, mendadak berubah jadi pusat inovasi. Ada sekitar 100 pelaku usaha angkringan dari Kota Surakarta dan sekitarnya yang diundang. Mereka nggak cuma diajarin cara seduh jamu biasa, tapi dibekali ilmu sekelas Barista Profesional.
Di sini, mereka diajarin gimana caranya meracik jamu biar tampilannya "Instagramable" tapi rasanya tetap otentik. Mereka juga dapet ilmu soal kebersihan dan sanitasi, karena jujur aja, kualitas rasa itu 50% dari resep, dan 50%-nya lagi dari kebersihan tempat penyajiannya. Kalau tempatnya bersih, orang bakal lebih pede buat nyoba, kan?
Bahkan, ada sesi khusus soal media sosial. Sido Muncul ngerti banget kalau jaman sekarang, kalau usahamu nggak "eksis" di medsos, rasanya kayak jualan di tengah hutan—nggak ada yang tau! Dengan dibekali skill promosi digital, para pedagang angkringan ini diharapkan bisa narik lebih banyak pelanggan dari kalangan Gen Z dan milenial.
"Slim Shady" di Angkringan? Kenapa Nggak!
Salah satu momen paling pecah di pelatihan itu adalah saat Adi Febri Yanto, seorang Barista Jamu Profesional tersertifikasi BNSP, demo bikin menu-menu unik. Bayangin, di angkringan sekarang ada menu kayak Senja Linu, Slim Shady, atau Es Tealang. Namanya aja udah kekinian banget, kan?
Deddy Cahyo Handoko, salah satu peserta dari Solo, bahkan langsung praktik bikin racikan KukuBima TL yang dicampur Alang Sari Plus, ditambah biji selasih dan madu. Pas dia nyobain, hasilnya dapet skor 9 dari 10! "Anak muda kan biasanya males minum jamu karena takut pahit. Tapi kalau diracik begini, rasanya jauh lebih ramah di lidah," ujar Deddy.
Ini adalah strategi yang jenius. Sama seperti restoran fine dining yang mengubah bahan sederhana jadi makanan mewah, para pelaku angkringan ini sekarang lagi diajak buat "mendandani" jamu supaya punya nilai jual tinggi dan rasa yang bikin nagih. Kalau kamu mau tahu lebih banyak soal gimana cara hidup sehat ala anak muda, kamu bisa cek tips lainnya di blog kesehatan kita.
Mengapa Yogyakarta dan Solo Jadi "Ground Zero"?
Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus Yogyakarta dan Solo? Ya, karena dua kota ini adalah "jantung" dari kebudayaan Jawa. Di sini, tradisi itu bukan cuma buku sejarah, tapi napas kehidupan sehari-hari. Sukses di Jogja pada 2025 dengan 100 pelaku usaha, gerakan ini sekarang udah berkembang jadi 200 angkringan di sana.
Sekarang, giliran Solo yang jadi saksi. Setelah ini? Kabarnya gerakan ini bakal ekspansi masif ke Semarang, Surabaya, sampai ke ibu kota Jakarta. Sido Muncul pengen jamu jadi "teman akrab" di setiap sudut kota, bukan cuma minuman yang dicari pas lagi sakit aja.
Jamu vs Minuman Kekinian: Siapa yang Menang?
Kalau kita bandingin jamu sama minuman kopi kekinian yang penuh gula dan sirup sintetis, jamu itu ibarat investasi jangka panjang. Kopi mungkin bikin kamu melek dalam hitungan jam, tapi jamu itu nutrisi yang beneran "ngemong" badan dari dalam.
Saryanto dari UPF Yankestrad RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta juga kasih jempol buat inisiatif ini. Menurutnya, jamu itu modalitas yang pas banget buat gaya hidup sehat yang lagi ngetren. Apalagi sekarang ada produk jamu yang tanpa ampas. Ini tuh solusinya! Dulu orang males minum jamu karena ribet harus saring ampas, sekarang tinggal seduh, cair, langsung minum. Praktis, kan?
Kesimpulan: Masa Depan Angkringan Ada di Tangan Kita
Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul ini bukan cuma soal jualan produk, tapi soal menjaga warisan budaya biar nggak punah dimakan zaman. Kalau kita sebagai anak muda mulai berani pesen jamu di angkringan, otomatis pedagang juga bakal lebih semangat buat nyediain.
Ini adalah ekosistem yang saling menguntungkan. Pedagang dapet ilmu baru, pelanggan dapet minuman sehat yang enak, dan budaya jamu kita tetep lestari. Jadi, kapan terakhir kali kamu mampir ke angkringan? Besok-besok, jangan cuma pesen kopi atau es teh. Coba tanyain ke abang angkringannya, "Bang, ada menu jamu racikan baru nggak?"
Siapa tahu, abang angkringan di depan komplekmu udah jadi salah satu lulusan "Barista Jamu" Sido Muncul yang bakal kasih kamu racikan paling mantap buat jaga stamina. Ingat, sehat itu nggak harus mahal dan nggak harus ribet. Cukup di angkringan saja, kita bisa dapet kebaikan rempah asli Indonesia.
Gimana menurutmu? Apa kamu siap ganti menu kopimu jadi jamu racikan di angkringan malam ini? Jangan lupa share artikel ini ke temen nongkrong kamu, biar mereka juga tahu kalau sekarang angkringan udah naik kelas! Untuk update lebih lanjut soal gaya hidup sehat dan tips menarik lainnya, jangan lupa pantengin terus halaman utama kami ya!
