
Jakarta – Mengonsumsi daging setiap hari tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Selama dipilih dengan tepat dan dipadukan dengan pola makan yang seimbang, daging tetap dapat menjadi sumber protein serta berbagai nutrisi penting bagi tubuh.
Daging mengandung protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, dan sejumlah mineral yang dibutuhkan untuk menunjang berbagai fungsi tubuh. Menurut ahli gizi Natalie Rizzo, konsumsi daging harian masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika memperhatikan jenis daging, cara mengolahnya, serta menu pendampingnya.
Mengutip Today (2/6/2026), berikut empat cara agar konsumsi daging tetap lebih sehat.
1. Utamakan daging rendah lemak
Tidak semua jenis daging memiliki kandungan lemak yang sama. Untuk konsumsi sehari-hari, pilih potongan daging yang rendah lemak atau lean meat.
Natalie Rizzo menyarankan ayam, kalkun, dan ikan sebagai pilihan utama karena tetap kaya protein, vitamin, dan mineral, tetapi umumnya mengandung lemak jenuh lebih sedikit dibandingkan daging merah. Jika memilih ayam, bagian dada tanpa kulit lebih direkomendasikan, sedangkan pada daging sapi sebaiknya pilih potongan dengan sedikit lemak atau marbling.
2. Kurangi konsumsi daging merah dan olahan
Daging sapi, kambing, serta domba memang merupakan sumber zat besi dan protein yang baik. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol.
Rizzo menyarankan agar konsumsi daging merah dibatasi sekitar satu porsi dalam seminggu. Selain itu, produk olahan seperti sosis, ham, bacon, dan kornet juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering karena umumnya mengandung garam dan lemak dalam jumlah tinggi.
3. Gunakan metode memasak yang lebih sehat
Cara memasak turut menentukan kualitas gizi hidangan berbahan daging. Penggunaan minyak sehat, seperti minyak zaitun atau minyak alpukat, lebih disarankan jika membutuhkan tambahan lemak saat memasak.
Teknik memasak seperti merebus, mengukus, memanggang perlahan, atau membuat semur dinilai lebih baik dibandingkan memasak pada suhu yang sangat tinggi. Daging yang dibakar hingga gosong berpotensi menghasilkan senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan.
4. Perbanyak makanan nabati sebagai pendamping
Selain memperhatikan jenis daging, keseimbangan menu juga penting. Sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan legum sebaiknya menjadi bagian utama dalam setiap porsi makan karena kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.
Bagi yang ingin mengurangi konsumsi daging, Natalie Rizzo menyarankan mengganti sebagian porsinya dengan sumber protein nabati seperti tahu, tempe, atau kacang merah. Menerapkan satu atau beberapa hari tanpa daging setiap minggu juga bisa menjadi langkah sederhana untuk membangun pola makan yang lebih sehat dan seimbang.
