
Jakarta – Chinese food menjadi salah satu kuliner yang digemari karena cita rasanya yang kaya dan beragam. Namun, beberapa menu favorit di restoran China sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker.
Mengutip MSN, risiko tersebut berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari penggunaan minyak berulang kali, kadar garam yang tinggi, proses memasak dengan suhu sangat panas, hingga kandungan gula dan daging olahan pada sejumlah hidangan.
Meski demikian, bukan berarti seluruh menu Chinese food harus dihindari. Konsumsi secukupnya serta memilih olahan yang lebih sehat tetap menjadi cara terbaik menikmati makanan tersebut.
Berikut lima hidangan Chinese food yang sebaiknya tidak terlalu sering disantap.
1. Nasi Goreng dan Mi Goreng
Nasi goreng dan mi goreng termasuk menu paling populer di restoran China. Kedua hidangan ini umumnya dimasak menggunakan api besar dengan suhu tinggi sehingga dapat memicu terbentuknya akrilamida, senyawa yang muncul pada makanan bertepung saat dipanaskan berlebihan.
Sejumlah penelitian pada hewan mengaitkan akrilamida dengan peningkatan risiko kanker. Selain itu, nasi goreng dan mi goreng biasanya menggunakan minyak dalam jumlah cukup banyak serta tambahan daging olahan yang tinggi natrium.
Sebagai pilihan yang lebih baik, nasi putih kukus atau mi rebus dengan sayuran bisa menjadi alternatif.
2. Char Siu
Char siu atau daging babi panggang khas China terkenal dengan lapisan saus manis yang menggugah selera. Namun proses pemanggangan pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).
Kedua senyawa tersebut diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker apabila terbentuk dalam jumlah tinggi. Bagian daging yang terlalu gosong juga sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan senyawa tersebut lebih tinggi.
3. Aneka Makanan Goreng
Menu seperti ayam General Tso, egg roll, hingga crab rangoon umumnya dimasak dengan teknik deep frying.
Di beberapa restoran, minyak goreng dipakai berulang kali sehingga dapat menghasilkan lemak trans dan senyawa hasil oksidasi yang kurang baik bagi kesehatan. Makanan yang digoreng juga cenderung tinggi kalori sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, salah satu faktor yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
4. Sayuran Asin dan Acar
Sayuran yang diawetkan menggunakan garam atau dibuat acar juga cukup umum ditemukan dalam hidangan China.
Makanan ini mengandung natrium tinggi serta nitrit yang di dalam tubuh dapat berubah menjadi senyawa N-nitroso. Senyawa tersebut diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker lambung apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dalam jangka panjang.
Karena itu, konsumsi sayuran segar lebih disarankan sebagai pendamping makanan.
5. Hidangan Bersaus Manis
Berbagai menu dengan saus hoisin, saus jeruk, maupun saus asam manis umumnya mengandung gula tambahan cukup tinggi. Beberapa hidangan juga menggunakan MSG sebagai penyedap rasa.
MSG sendiri belum terbukti menjadi penyebab kanker. Namun konsumsi makanan yang tinggi gula, minyak, dan kalori secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko obesitas serta resistensi insulin, dua kondisi yang dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker.
Tetap Bisa Dinikmati Asal Bijak
Menikmati Chinese food sesekali tidak menjadi masalah selama porsinya tetap terkontrol. Untuk pilihan yang lebih sehat, pilih menu kukus, rebus, atau tumis dengan sedikit minyak serta perbanyak sayuran segar.
Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin, terlalu manis, atau dimasak hingga gosong juga dapat membantu menjaga kesehatan tanpa harus berhenti menikmati hidangan favorit.
