
Jakarta – Telur menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi karena praktis diolah dan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Namun, muncul pertanyaan yang sering diperdebatkan: apakah telur mentah lebih sehat dibandingkan telur yang sudah dimasak?
Mengutip Times of India, metode pengolahan telur ternyata berpengaruh terhadap kandungan gizi, keamanan, hingga kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisinya. Sebagian orang memilih mengonsumsi telur mentah karena menganggap nutrisi di dalamnya masih utuh karena belum melalui proses pemanasan.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Telur mentah justru mengandung avidin, yaitu jenis protein yang dapat mengikat biotin atau vitamin B7. Padahal, biotin memiliki peran penting dalam membantu metabolisme tubuh serta menjaga kesehatan rambut dan kulit.
Ketika telur dimasak, struktur avidin akan berubah sehingga kemampuannya menghambat penyerapan biotin berkurang. Selain itu, proses pemasakan juga membuat protein telur lebih mudah dicerna sehingga tubuh dapat menyerap kandungan gizinya dengan lebih optimal.
Dari segi keamanan, telur mentah memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Telur dapat membawa bakteri Salmonella enteritidis, baik yang berada di permukaan cangkang maupun bagian dalam telur.
Paparan bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi salmonella dengan gejala seperti diare, demam, mual, muntah, dan kram perut. Kelompok tertentu seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah memiliki risiko lebih besar mengalami dampak serius.
Meski begitu, bukan berarti telur harus dimasak terlalu lama. Proses pemasakan berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas telur.
Paparan panas tinggi dalam waktu lama dapat membuat protein telur mengalami perubahan sehingga teksturnya menjadi keras dan kering. Selain itu, beberapa zat gizi yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin B12, folat, dan antioksidan, berpotensi mengalami penurunan.
Kuning telur juga dapat mengalami oksidasi pada kondisi panas berlebih sehingga kualitas lemak di dalamnya bisa berubah. Namun dibandingkan telur mentah, telur matang tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan memberikan manfaat nutrisi yang lebih baik.
Agar mendapatkan manfaat maksimal, telur sebaiknya dimasak hingga bagian putihnya benar-benar matang. Tingkat kematangan kuning telur dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Jika ingin menggunakan telur mentah untuk makanan tertentu, pilihan yang lebih aman adalah memakai telur yang sudah melalui proses pasteurisasi untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, telur tetap dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang aman, lezat, dan mendukung kesehatan tubuh.
