
Jakarta – Sisa minuman atau makanan cair sering kali langsung dibuang melalui wastafel karena dianggap praktis. Padahal, kebiasaan tersebut bisa membuat saluran air tersumbat dan menimbulkan masalah pada sistem pembuangan.
Susu, minyak goreng, hingga sisa saus mengandung lemak atau partikel yang dapat menempel di dalam pipa. Jika dilakukan terus-menerus, material tersebut bisa menumpuk dan membentuk gumpalan yang sulit dibersihkan.
Karena itu, penting mengetahui jenis cairan yang sebaiknya tidak masuk ke saluran wastafel sekaligus cara membuangnya dengan lebih tepat. Dilansir dari Yahoo Life Inggris, berikut daftarnya.
1. Susu Sisa atau Susu Basi
Susu menjadi salah satu cairan yang sebaiknya tidak langsung dituangkan ke wastafel. Kandungan lemak dan proteinnya dapat menempel pada bagian dalam pipa dan berkontribusi terhadap penyumbatan.
Saluran yang tersumbat tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membutuhkan biaya untuk memperbaikinya.
Pembuangan susu dalam jumlah besar ke sistem air limbah juga dapat berdampak terhadap lingkungan karena proses penguraiannya dapat memengaruhi kadar oksigen di dalam air.
Jika memiliki susu basi atau sisa susu dalam jumlah cukup banyak, masukkan ke wadah tertutup sebelum dibuang sesuai sistem pengelolaan sampah di tempat tinggal.
2. Teh dan Cokelat Panas
Sisa teh atau cokelat panas juga sebaiknya tidak selalu langsung dialirkan ke wastafel, terutama jika minuman tersebut mengandung susu, krim, atau bahan berlemak lainnya.
Lemak dapat menempel pada permukaan pipa dan bercampur dengan kotoran lain. Lama-kelamaan, endapan tersebut berpotensi menghambat aliran air.
Sisa minuman sebaiknya ditampung terlebih dahulu dalam wadah yang dapat ditutup, kemudian dibuang melalui tempat sampah yang sesuai.
3. Minyak Goreng Bekas
Minyak goreng merupakan salah satu penyebab umum saluran wastafel bermasalah. Ketika minyak masuk ke pipa dan suhunya turun, cairan tersebut dapat berubah menjadi lebih kental atau mengeras.
Minyak kemudian dapat menempel pada dinding pipa dan menangkap sisa makanan maupun kotoran lainnya. Penumpukan ini berpotensi menyebabkan penyumbatan.
Biarkan minyak bekas dingin terlebih dahulu, kemudian tampung dalam botol atau wadah tertutup sebelum dibuang. Jika tersedia, minyak bekas juga dapat diserahkan ke fasilitas pengumpulan limbah minyak di wilayah setempat.
4. Ampas Kopi
Membuang ampas kopi ke wastafel juga bukan pilihan yang baik. Bubuk kopi tidak sepenuhnya larut dalam air sehingga dapat menumpuk di dalam saluran.
Jika bercampur dengan minyak atau lemak yang sudah berada di dalam pipa, endapan tersebut berpotensi semakin sulit dialirkan.
Ampas kopi lebih baik dimasukkan ke tempat sampah organik atau dimanfaatkan sebagai salah satu bahan kompos jika memungkinkan.
5. Sisa Sup dan Saus
Sisa makanan bertekstur cair seperti sup, saus, yogurt, atau kuah makanan juga perlu diperhatikan. Meskipun terlihat encer, kandungan lemak di dalamnya dapat menempel dan mengendap di saluran.
Sisa makanan yang masih cukup padat sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu. Biarkan bagian yang dapat mengeras menjadi lebih padat, kemudian masukkan ke tempat sampah.
Untuk sisa saus atau kuah yang menempel pada piring, gunakan tisu atau handuk dapur untuk menyerapnya sebelum peralatan dicuci.
Bukan Hanya Wastafel, Pembuangan Juga Perlu Diperhatikan
Menjaga saluran wastafel tetap lancar bukan hanya dengan menggunakan cairan pembersih. Kebiasaan sehari-hari dalam membuang sisa makanan dan minuman juga berperan penting.
Susu, minyak, ampas kopi, serta makanan berlemak sebaiknya tidak dibiasakan masuk ke saluran wastafel. Dengan memisahkan dan membuangnya melalui cara yang tepat, risiko penyumbatan serta penumpukan lemak di dalam pipa dapat dikurangi.
