
Jakarta – Selain teh dan kopi, air rebusan serai juga kerap dipilih sebagai minuman herbal yang menyegarkan. Aroma khasnya membuat serai mudah diolah menjadi teh, baik menggunakan batang serai segar maupun serai kering.
Cara membuatnya pun sederhana. Batang serai dapat dimemarkan lalu direbus dengan air, sementara serai kering cukup diseduh menggunakan air panas. Untuk menambah rasa, minuman ini bisa dipadukan dengan jahe, jeruk nipis, atau sedikit madu.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya?
Menurut The Health Site, air rebusan serai kerap dianjurkan diminum pada pagi hari, bahkan sebelum makan. Klaim mengenai waktu terbaik ini perlu dipahami sebagai pilihan kebiasaan, bukan aturan medis yang berlaku untuk semua orang.
Serai sendiri mengandung berbagai senyawa tanaman yang sedang diteliti karena aktivitas antioksidan dan anti-inflamasinya. Berikut sejumlah manfaat yang sering dikaitkan dengan konsumsi air rebusan serai.
1. Membantu Menjaga Pencernaan
Serai secara tradisional digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada saluran pencernaan.
Minuman berbahan serai juga kerap dikonsumsi setelah makan karena dipercaya dapat membantu mengurangi rasa begah dan kembung. Kandungan senyawa tumbuhan di dalamnya memiliki aktivitas yang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan.
Namun, efeknya bisa berbeda pada setiap orang. Jika memiliki lambung sensitif, sebaiknya perhatikan respons tubuh terutama ketika mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong.
2. Memiliki Efek Diuretik
Air rebusan serai disebut memiliki efek diuretik ringan, yang dapat membuat frekuensi buang air kecil meningkat.
Efek tersebut membantu tubuh mengeluarkan cairan melalui urine. Meski kerap disebut sebagai proses “detoks”, tubuh sebenarnya sudah memiliki organ seperti hati dan ginjal yang bertugas memproses serta membuang berbagai zat sisa.
Karena itu, air serai sebaiknya tidak dianggap sebagai minuman yang secara khusus dapat membersihkan racun dari tubuh.
3. Bisa Menjadi Pilihan Minuman Rendah Kalori
Bagi orang yang sedang menjaga berat badan, air rebusan serai tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori.
Mengganti minuman manis dengan air serai dapat membantu mengurangi asupan kalori harian. Namun, tidak ada bukti kuat bahwa air rebusan serai secara langsung mampu membakar lemak dalam jumlah besar.
Jika ditambahkan madu atau pemanis lainnya, jumlah kalori minuman tentu akan meningkat. Karena itu, penggunaan pemanis tetap perlu dibatasi.
4. Berpotensi Mendukung Tekanan Darah yang Sehat
Serai mengandung sejumlah senyawa tanaman yang telah diteliti terkait dengan kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah.
Namun, air rebusan serai tidak dapat menggantikan obat hipertensi atau terapi yang diberikan dokter. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi tetap perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan memantau tekanan darah secara rutin.
Jika ingin menjadikan air serai sebagai bagian dari pola hidup sehat, konsumsinya sebaiknya tetap disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
5. Mengandung Senyawa Antioksidan
Serai mengandung berbagai senyawa tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari dampak stres oksidatif.
Selain itu, beberapa senyawa dalam serai juga memiliki aktivitas anti-inflamasi yang sedang diteliti. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan serai banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
Meski demikian, konsumsi air rebusan serai tidak bisa dianggap sebagai cara utama untuk mencegah flu, infeksi, atau penyakit tertentu. Sistem kekebalan tubuh tetap dipengaruhi oleh pola makan, tidur, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Jadi, Kapan Sebaiknya Minum Air Serai?
Pagi hari bisa menjadi salah satu waktu yang nyaman untuk menikmati air rebusan serai, terutama jika minuman tersebut menggantikan minuman manis.
Namun, tidak ada bukti kuat bahwa tubuh hanya bisa memperoleh manfaat serai jika diminum dalam keadaan perut kosong. Bagi sebagian orang, mengonsumsinya setelah makan mungkin terasa lebih nyaman.
Yang terpenting adalah memperhatikan jumlah konsumsi dan reaksi tubuh. Air rebusan serai juga bukan pengganti air putih, makanan bergizi, ataupun pengobatan medis.
Jika ingin menambahkan madu, jeruk nipis, atau jahe, gunakan secukupnya agar manfaat minuman tidak justru diikuti asupan gula atau kalori yang berlebihan.
