
Jakarta – Air fryer semakin populer sebagai peralatan dapur praktis untuk memasak makanan dengan sedikit minyak. Namun, muncul pula kekhawatiran bahwa penggunaan alat ini dapat meningkatkan risiko kanker.
Benarkah memasak menggunakan air fryer berbahaya bagi kesehatan?
Air fryer bekerja dengan mengalirkan udara bersuhu tinggi secara cepat di sekitar makanan. Suhu di dalam alat ini dapat mencapai sekitar 200 derajat Celsius sehingga makanan dapat menjadi matang dan memiliki tekstur renyah tanpa harus direndam dalam minyak seperti metode deep frying.
Dikutip dari Verywell Health, air fryer tidak secara langsung menyebabkan kanker. Meski demikian, cara memasak makanan, suhu, serta jenis makanan yang diolah tetap dapat memengaruhi senyawa yang terbentuk selama proses pemanasan.
Air Fryer dan Senyawa Akrilamida
Salah satu alasan munculnya kekhawatiran mengenai air fryer adalah kemungkinan terbentuknya akrilamida.
Akrilamida merupakan senyawa yang dapat terbentuk pada makanan tertentu, terutama bahan berpati, ketika dimasak menggunakan suhu tinggi. Senyawa ini menjadi perhatian karena memiliki potensi risiko kesehatan apabila paparannya terjadi dalam jumlah tinggi dan dalam jangka panjang.
Namun, penggunaan air fryer tidak otomatis membuat makanan menjadi penyebab kanker. Bahkan, pada beberapa kondisi, proses memasak dengan air fryer dapat menghasilkan kadar akrilamida yang lebih rendah dibandingkan metode menggoreng dengan minyak dalam jumlah banyak.
Karena itu, tingkat kematangan makanan dan cara pengolahan tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Menggunakan Lebih Sedikit Minyak
Salah satu kelebihan utama air fryer adalah kebutuhan minyak yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode deep frying.
Pada proses penggorengan biasa, makanan dapat menyerap minyak dalam jumlah cukup besar. Selain meningkatkan jumlah kalori, konsumsi makanan yang sering digoreng juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Sebuah analisis terhadap 19 penelitian pada tahun 2021 menemukan bahwa konsumsi makanan yang sering digoreng berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit arteri koroner, gagal jantung, dan stroke.
Mengurangi frekuensi konsumsi makanan yang digoreng serta memilih metode memasak dengan lebih sedikit minyak dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesehatan jantung.
1. Berpotensi Membantu Mengurangi Asupan Lemak
Makanan yang digoreng secara rutin dapat menyumbang kalori dan lemak dalam jumlah cukup besar. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan berat badan.
Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2015 juga menemukan hubungan antara frekuensi konsumsi makanan gorengan dan risiko obesitas.
Sebagai contoh, kentang yang dimasak menggunakan banyak minyak dapat mengandung lebih banyak lemak dibandingkan kentang yang dimasak menggunakan metode dengan sedikit minyak.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Food Science pada 2015 menemukan bahwa kentang yang dimasak menggunakan air fryer dapat memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan kentang yang digoreng secara konvensional.
Meski demikian, air fryer bukan berarti membuat semua makanan otomatis menjadi sehat. Bahan makanan yang digunakan, ukuran porsi, serta tambahan garam dan saus tetap perlu diperhatikan.
2. Mengurangi Penggunaan Minyak Goreng Berlebihan
Air fryer umumnya hanya membutuhkan sedikit minyak, bahkan beberapa makanan dapat dimasak tanpa tambahan minyak sama sekali.
Hal ini berbeda dengan metode deep frying yang menggunakan minyak dalam jumlah besar.
Selain jumlah minyak, penggunaan minyak secara berulang juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Minyak yang dipanaskan berulang kali dapat mengalami perubahan kimia dan menghasilkan senyawa yang tidak diinginkan.
Karena itu, mengurangi kebiasaan menggoreng makanan dengan minyak dalam jumlah banyak dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan secara keseluruhan.
Jadi, Apakah Air Fryer Aman Digunakan?
Secara umum, air fryer tidak dapat dikatakan secara langsung menyebabkan kanker. Alat ini justru dapat membantu mengurangi penggunaan minyak dibandingkan metode penggorengan konvensional.
Namun, cara memasak tetap penting. Hindari memasak makanan hingga terlalu gosong atau hangus karena pemanasan berlebihan dapat menghasilkan senyawa yang tidak diinginkan.
Untuk hasil yang lebih sehat, gunakan air fryer sebagai salah satu metode memasak, bukan alasan untuk terlalu sering mengonsumsi makanan ultra-proses seperti kentang beku, nugget, atau makanan tinggi garam.
Memilih bahan makanan segar, menjaga porsi, membatasi makanan yang terlalu asin atau tinggi gula, serta menerapkan pola makan seimbang tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan.
