
Jakarta – Telur sering menjadi salah satu pilihan makanan dalam menu diet. Kandungan proteinnya yang tinggi dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah tetap stabil, sekaligus mendukung metabolisme tubuh. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi telur jika ingin menurunkan berat badan?
Sejak lama, telur dikenal sebagai salah satu makanan favorit bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Selain praktis dan mudah diolah, telur juga kaya akan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Tak hanya protein, telur mengandung kolin yang berperan dalam mendukung fungsi memori dan kualitas tidur. Ada pula selenium yang penting bagi fungsi kelenjar tiroid, vitamin D untuk membantu menjaga kesehatan tulang, serta lutein dan zeaxanthin yang merupakan antioksidan.
Kandungan nutrisi dalam telur
Protein menjadi salah satu alasan utama telur kerap dimasukkan ke dalam pola makan untuk menurunkan berat badan. Telur bahkan sering disebut sebagai sumber protein lengkap karena menyediakan seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Selain memiliki nilai biologis tinggi, protein dari telur juga relatif mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Perpaduan protein dan lemak di dalam telur dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil.
Kondisi tersebut penting karena kadar gula darah yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi rasa lapar berlebihan dan keinginan untuk terus makan.
Mengutip Signos, satu butir telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 70 kalori. Telur tersebut juga menyediakan kurang lebih 6 gram protein, 5 gram lemak, dan hampir tidak mengandung karbohidrat.
Berapa banyak telur yang aman dikonsumsi?
Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang mengenai jumlah telur yang boleh dimakan setiap hari. Kebutuhan tersebut dapat berbeda-beda, tergantung asupan kalori, kebutuhan protein, kondisi kesehatan, dan tujuan masing-masing individu.
Bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung, sejumlah pakar kesehatan menyarankan agar konsumsi telur dibatasi hingga sekitar tujuh butir dalam seminggu.
Sementara itu, bagi kebanyakan orang yang menjalani pola makan sehat dan seimbang, mengonsumsi satu butir telur setiap hari umumnya dapat menjadi bagian dari menu harian.
Kapan waktu terbaik makan telur saat diet?
Pada dasarnya, tidak ada satu waktu khusus yang mutlak menjadi saat terbaik untuk makan telur. Makanan ini bisa dikonsumsi pada berbagai waktu, baik pagi, siang, maupun malam hari.
Telur dapat menjadi pilihan menu sarapan karena kandungan proteinnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, telur juga dapat membantu menjaga kestabilan gula darah sehingga keinginan untuk makan berlebihan dapat lebih terkontrol.
Pada siang hari, telur juga bisa dijadikan camilan berprotein. Sebagian orang bahkan mengonsumsinya setelah berolahraga untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berkaitan dengan pemeliharaan massa otot dan metabolisme.
Namun, bagi mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan, mengonsumsi telur saat sarapan atau sebagai camilan di siang hari dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai. Rasa kenyang yang diberikan telur berpotensi membantu mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari.
Konsumsi telur pada malam hari juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Pada sebagian penderita GERD, misalnya, kandungan lemak pada kuning telur berpotensi memicu ketidaknyamanan atau iritasi sehingga dapat mengganggu waktu istirahat.
Cara mengolah telur yang perlu diperhatikan saat diet
Selain waktu makan, metode memasak telur juga berpengaruh terhadap jumlah kalori dalam menu diet. Sebaiknya pilih cara pengolahan yang tidak menambahkan terlalu banyak lemak.
Jika membutuhkan minyak untuk memasak, gunakan sumber lemak yang lebih baik seperti minyak zaitun atau minyak alpukat dalam jumlah secukupnya.
Sebaliknya, konsumsi telur bersama makanan tinggi kalori dan natrium, seperti bacon, sosis, atau nugget, sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Begitu pula dengan telur yang digoreng menggunakan banyak minyak.
Agar menu lebih seimbang, telur dapat dipadukan dengan makanan kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan. Karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh juga bisa menjadi pelengkap.
Dengan memilih waktu konsumsi dan cara pengolahan yang tepat, telur dapat menjadi salah satu sumber protein yang praktis untuk mendukung pola makan sehat dan program pengelolaan berat badan.
