
Jakarta – Nigiri dan onigiri sama-sama merupakan olahan nasi yang sangat populer di Jepang. Karena namanya terdengar mirip dan sama-sama menggunakan nasi sebagai bahan utama, banyak orang mengira kedua hidangan ini serupa. Padahal, keduanya memiliki karakter, cara penyajian, hingga fungsi yang berbeda.
Mengutip Tasting Table, berikut sejumlah perbedaan utama antara nigiri dan onigiri yang perlu diketahui.
1. Nigiri merupakan salah satu jenis sushi
Nigiri termasuk dalam keluarga sushi. Sajian ini terdiri dari kepalan nasi berbentuk lonjong yang diberi irisan ikan atau bahan protein di bagian atasnya.
Jenis topping yang paling umum adalah ikan mentah seperti salmon, tuna, atau makarel. Namun, ada pula variasi menggunakan udang, belut, cumi-cumi, hingga telur dadar yang telah dimasak.
Nasi untuk nigiri dibumbui dengan campuran cuka dan gula sehingga memiliki cita rasa khas sushi. Saat penyajiannya, chef biasanya menambahkan sedikit wasabi di antara nasi dan ikan, kemudian menyajikannya bersama kecap asin serta acar jahe.
2. Onigiri lebih menyerupai bekal praktis
Berbeda dengan nigiri, onigiri bukan termasuk sushi. Hidangan ini berupa kepalan nasi berukuran lebih besar yang umumnya berbentuk segitiga atau bulat.
Bagian dalamnya dapat diisi berbagai bahan seperti salmon asin, tuna mayones, mentaiko, hingga kreasi modern berupa keju, kimchi, atau tahu. Ada pula onigiri yang tidak menggunakan isian sama sekali.
Nasi onigiri tidak memakai campuran cuka seperti sushi. Sebagai gantinya, nasi diberi sedikit garam dan sering dipadukan dengan furikake sebelum dibungkus menggunakan lembaran nori.
3. Fungsi dan cara menikmatinya berbeda
Sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu, onigiri dikenal sebagai makanan yang mudah dibawa bepergian. Dahulu, isian berupa acar digunakan untuk membantu mempertahankan daya simpan nasi sehingga cocok dijadikan bekal perjalanan maupun ransum.
Hingga kini, onigiri masih menjadi pilihan praktis yang mudah ditemukan di minimarket, supermarket, maupun gerai makanan di Jepang. Banyak orang menjadikannya sebagai menu sarapan atau makan siang karena mengenyangkan dan mudah disantap.
4. Nigiri lebih identik dengan restoran sushi
Nigiri umumnya disajikan di restoran sushi dan dibuat langsung oleh chef menggunakan teknik khusus. Proses pembentukan nasi maupun pemotongan ikan dilakukan dengan presisi agar menghasilkan keseimbangan rasa dan tekstur.
Sebelum dimakan, potongan nigiri biasanya dibalik sehingga bagian ikan menyentuh kecap asin terlebih dahulu. Hidangan ini lazim disantap dalam satu gigitan untuk menikmati perpaduan rasa nasi dan topping secara utuh.
5. Fokus cita rasa keduanya tidak sama
Nigiri dirancang untuk menonjolkan kualitas bahan utama, terutama ikan atau seafood yang diletakkan di atas nasi. Karena itu, restoran sushi sering menyajikan berbagai jenis nigiri dalam satu set agar pelanggan dapat menikmati beragam cita rasa.
Sebaliknya, onigiri lebih mengutamakan kepraktisan dan rasa mengenyangkan. Isiannya bisa disesuaikan dengan selera, bahkan memanfaatkan lauk yang tersedia di rumah. Tujuan utamanya bukan menonjolkan satu bahan tertentu, melainkan menghadirkan makanan sederhana yang mudah dibawa dan dinikmati kapan saja.
